Malu Bertanya “Kepo” di Jalan

Sumber Gambar - lovebanget.com
Sumber Gambar – lovebanget.com

 

Dilema memang ketika kita dihadapkan pada istilah anak muda zaman sekarang ini yang memiliki beragam bahasa serapan baru yang asing terdengar di telinga terutama yang satu ini, “Kepo” entah darimana istilah seperti itu ditemukan dan juga entah siapa yang menjadi pencetusnya yang pasti istilah seperti itu sudah menjadi trend di kalangan anak muda sekarang ini.

Kepo, sering diartikan sebagai rasa keingintahuan seseorang terhadap suatu informasi entah informasi itu penting atau tidak yang pasti ketika orang lain ingin mengetahuinya maka akan di Judge sebagai orang yang “Kepo”. Kadang memang kesal juga ketika saya serius menanyakan suatu hal yang sebenarnya memang tidak penting juga untuk saya ketahui tapi karena iseng saya pun bertanya “Apaan sih?”  maka dengan seketika itu juga orang yang saya tanya akan berkata “Iiih, Kepoooooo!”, kesal kan? Memang terkadang makan hati juga saat diperlakukan seperti itu.

 

Waktu saya kecil dulu sering diajarkan di sekolah untuk senantiasa bertanya dalam memenuhi rasa keingintahuan, saya juga sudah tidak asing lagi dengan peribahasa yang diajarkan oleh guru kala itu bahwa jangan malu untuk bertanya karena bila malu bertanya maka akan sesat di jalan. Sepertinya peribahasa semacam itu sudah tidak berlaku lagi di kalangan anak muda sekarang ini, karena ketika bertanya apapun maka akan di  Judge kepo, lalu iseng lah saya mengganti istilah tersebut menjadi “Malu Bertanya Kepo di jalan”.

 

Pernah saya tidak sengaja mendengar keseruan adik saya yang sedang bercanda bersama teman-temannya, karena seringnya mereka menggunakan istilah-istilah yang memang asing terdengar di telinga saya, sehingga mengusik rasa penasaran saya untuk bertanya dan saya pun iseng bertanya kepada adik saya itu “Kamu sama teman kamu lagi ngobrol pake bahasa planet mana sih dik?” lalu mereka pun berteriak dengan kompak seperti sedang ikut paduan suara serentak mereka-pun meneriakan kata “Kepooooo” secara bersama-sama.

 

Mendengar perkataan seperti itu saya yang sedang makan bakso serasa ingin menelan bakso berikut dengan garpu dan sendoknya, mungkin akan lebih enak lagi jika makannya sambil koprol.

Jika sudah begini saya pun bertanya-tanya, bagaimana ketika mereka menyerap ilmu di sekolah? Tentu di kelas setelah seorang guru selesai menerangkan suatu pelajaran maka biasanya guru akan mempersilahkan kepada muridnya untuk bertanya “Sekian pelajaran hari ini, apakah ada yang ingin kalian tanyakan?” ketika seorang guru bertanya seperti itu kepada muridnya apakah mereka akan kompak berteriak “Iiih, Pak guru Kepooooo”.

Jika memang benar mereka akan berkata seperti itu maka ijinkan saya untuk meminjam peribahasa dari bang haji Roma Irama yang sudah familiar ini “Sungguh terlaluuuu”.

 

Banyak istilah-istilah baru yang menambah perbendaharaan kata dalam percakapan sehari-hari di kalangan anak muda sekarang ini, entah bahasa serapan dari mana yang mereka gunakan itu dan tidak jarang pula mereka gunakan secara serampangan. Ada istilah alay, kepo, Move on, LDR dan banyak lagi istilah lain yang sebangsanya.

 

Sebenarnya tidak masalah juga sih mereka mempunyai istilah bahasa mereka sendiri seperti itu, yang terpenting sebagai bangsa Indonesia yang baik dan mendingan, kita jangan pernah lupa untuk tetap menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa yang tertuang dalam Sumpah Pemuda.

 

Tidak dapat di pungkiri juga bahwa setiap zaman memang memiliki istilah kata dan bahasanya sendiri yang memang trend dan berlaku pada jamannya. Bagi yang pernah muda pada era 90-an tentu juga memiliki bahasa dan istilah-istilah yang aneh dan nyeleneh pada masanya, seperti istilah ABG singkatan dari Anak Baru Gede, Anak Borju untuk mengistilahkan anak orang kaya, ngeceng istilah untuk nongkrong untuk mencari perhatian lawan jenis dan banyak lagi pribahasa dan istilah anak muda kala itu (Bagi yang merasa pernah muda pada Era 90-an silahkan menambahkannya).

 

So, Biarkanlah istilah, bahasa dan semacamnya itu yang memang sedang hits di kalangan anak muda sekarang ini berkembang dengan sendirinya. Toh, kebiasaan tersebut juga memang sudah ada sejak lama bahkan dari masa ke masa, hanya saja istilahnya saja yang berbeda dan beragam karena memang berkembang sesuai jamannya.

 

Selama bangsa ini masih menjungjung tinggi bahasa persatuan yaitu bahasa indonesia, maka tidak perlu khawatir dengan bahasa dan istilah-istilah nyeleneh seperti itu yang sekarang banyak di gunakan oleh anak muda pada saat ini, karena semua itu akan hilang dan berganti dengan sendirinya seiring perubahan waktu.

Juga selama jiwa nasionalisme masih menjiwai kehidupan bangsa ini, maka nilai-nilai dari sumpah pemuda akan masih teteap terjaga. Dan biarkanlah pribahasa Malu Bertanya “Kepo” di Jalan itu berubah kembali dengan sendirinya menjadi pribahasa “Malu bertanya sesat di jalan”.

Sekian semoga bermanfaat.

Wassalam.

fadli ulil

Seorang blogger yang ingin berbagi manfaat lewat tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *