Kenali Galau mu, Lalu “Say no to Galau”

Say no to Galau
Say no to Galau

 

Galau, tentu kalian sudah tidak asing lagi dengan istilah yang satu ini. Istilah yang populer di kalangan anak muda ini digunakan untuk menggambarkan suatu keresahan, kegundahan atau kebimbangan hati yang dirasakan oleh seseorang karena dihadapkan pada suatu permasalahan hidup.

Agar tulisan ini lebih berbobot, saya coba mencari tahu tentang definisi “Galau” dengan menanyakannya kepada Mbah Gugel (Searching di Google) mengenai arti kata tersebut. Hasil penelusuran, saya menemukan arti kata galau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang menerangkan bahwa “Galau” itu terdiri dari “Ga.Lau [a] Berga.Lau a Sibuk Beramai-ramai; Ramai sekali; Kacau tidak keruan (Pikiran)”.

So, Jika boleh menyimpulkan arti dari kata “Galau” itu adalah Kegundahan hati yang disebabkan oleh pikiran yang sedang kacau.

Apa aja sih penyebab Galau?

Pertama, biasanya dari kebanyakan orang yang merasakan galau itu disebabkan oleh masalah asmara. Entah karena putus cinta dan belum bisa Move On, kelamaan menjomblo, suka sama seseorang tapi cintanya ditolak, sekalinya punya pacar tapi LDR (Pacaran jarak jauh) yang jauh di mata dekat di Sosmed tapi boros di kuota, Niat mau menikah tapi punya calon mertua yang galak, mendapat calon mertua yang baik tapi tidak setuju dengan hubungannya, sekalinya setuju tapi calon pengantinnya dibawa kabur sama mantannya dan banyak lagi problematika asmara lainnya yang dapat menyebabkan galau.

Kedua, biasanya penyebab galau yang lumayan menguras pikiran ialah belum gajian. Kenapa? Karena sekarang ini kita hidup di era ketika gaya hidup itu sudah berbanding lurus dengan kebutuhan hidup, walaupun terkadang memang lebih besar pasak daripada tiang hanya untuk memenuhi gaya hidup.

Memenuhi gaya hidup tentu tidak akan ada masalah bagi mereka yang memang memiliki uang berlebih, tapi apa jadinya bagi mereka termasuk saya yang tergolong sebagai karyawan Elite (Ekonomi sulit) yang memang mengandalkan dari uang gajian? Jika telat gajian tentu tidak hanya akan mati gaya, tapi malah akan menyebabkan mati lampu karena nunggak bayar listrik, mati sosmed karena kehabisan kuota internet yang akan menyebabkan tindakan kriminal seperti nyolong sinyal Wifi tetangga, atau akan mencari orang pintar untuk minta diajarkan jurus menghilang ketika ditagih bayar kontrakan, bahkan akan pura-pura pingsan ketika ditagih lising untuk bayar setoran kendaraan.

Ketiga, pernah tidak kamu bertanya kepada seseorang mengenai perihal kenapa dia itu bisa galau terus jawabannya begini, “Ya pengen aja”. Saya baru tahu ternyata ada orang yang galau tapi tidak mempunyai alasan, apa mungkin saya yang salah nanya orang? Entahlah yang pasti orang yang saya tanya itu sepertinya masih tergolong cewek ababil (ABG Labil).

Bahkan ketika saya memberikan pertanyaan apa pun pasti jawabannya selalu “Ya pengen aja”. Misalnya begini, kenapa galau? “Ya pengen aja”, kenapa kalau selfie bibirnya monyong-monyong kayak bebek? “Ya Pengen aja”, kenapa makannya sedikit? “Ya pengen aja”, kenapa ke toilet selalu bareng sama temen-temennya? “Ya pengen aja.” Lalu iseng saya bertanya, “kenapa lu gemuk sih?” dan dengan spontan dia pun menjawab “Yaaa pengen…? ”Pletaaak! Tiba-tiba gagang sapu mendarat dengan mulus di muka saya.
Seperti yang sudah diketahui bahwa perempuan itu memang sangat sensitif ketika dibilang gemuk.

Seperti Apa Sih Ciri-ciri Orang Galau?

Orang yang sedang galau bisa dilihat dari beberapa ciri-ciri seperti berikut ini.

Pertama, orang yang sedang galau bisa dikenali melalui ciri-ciri fisik. Seperti terlihat lemas, letih, lesu dan sering buang ari besar (Maaf itu iklan obat), hehehe.

Menurut Ronald Frank selaku motivator percintaan menuturkan bahwa orang yang sedang galau itu bisa di lihat dari ciri-ciri fisiknya terutama dari ekspresi wajah, seperti pandangan matanya yang selalu melihat ke bawah, raut wajahnya yang tidak ceria dan jarang senyum.

Kedua, orang yang sedang galau juga dapat dilihat dari perubahan sifat. Seperti sering menyendiri, menjadi pendiam, mudah tersinggung dan sering mengeluh.

Kebanyakan orang yang sedang galau pada era digital seperti sekarang ini akan menuliskan keluhannya pada media sosial, entah untuk meluapkan perasaannya (curhat), mencari teman sesama galauwers (sebutan bagi orang yang sedang galau), atau memang hanya mencari perhatian dari komenters (sebutan bagi orang yang berkomentar di sosmed).

Ketiga, orang yang sedang galau dapat dikenali melalui perubahan selera. Entah itu perubahan selera makan menjadi malas makan, perubahan selera musik yang mungkin tadinya menyenangi lagu rock mendadak menyenangi lagu melow dan perubahan selera mandi menjadi malas mandi dan lainnya.

Bagaimana cara menyikapi kegalauan?

Sebenarnya perasaan galau itu lumrah terjadi pada setiap orang yang memang sedang menghadapi permasalahan hidup, jadi janganlah terlalu mendramatisir setiap permasalahan yang ada, jangan juga biarkan perasaan galau itu bersarang terlalu lama dalam dirimu sehingga dapat merugikanmu.

Bukankah tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan? Semua yang baik menurut kita belum tentu itu yang terbaik menurut Tuhan, jadi biarkalah semua itu berjalan sesuai dengan skenarionya dan serahkanlah semua urusanmu itu kepadanya karena tugas kita sebagai manusia hanyalah berdoa dan berusaha lalu percaya semuanya akan baik-baik aja.

So, atasai galaumu dengan cara “Say no to Galau”.

Menurut kamu gimana?

Tulis dikolom komentar aja ya pendapatnya.

Terimakasih.

fadli ulil

Seorang blogger yang ingin berbagi manfaat lewat tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *